Jakarta Awal Agustus ini, publik Indonesia diberi kejutan yang menyenangkan. Yakni, soal film Tiga Dara karya Usmar Ismail yang kembali bisa kembali masuk bioskop setelah menjalani restorasi fisik dan digital.

Namun di balik keberhasilan restorasi film Tiga Dara, masih ada sejumlah besar film-film Indonesia yang pita seluloidnya makin lapuk dimakan usia karena disimpan secara tak layak.

Lisabona Rahman, salah satu ahli preservasi dan restorasi film tua di Indonesia, memberikan gambaran yang miris tentang kondisi film tua Indonesia. Soal preservasi, alias perawatan dan penyimpanan rol-rol film tua, Indonesia ternyata masih sangat ketinggalan dari negara lain.

“Jangankan dari Amerika. Dari negara tetangga seperti Thailand dan Singapura, mutu perawatan film kita masih sangat rendah,” ujar Lisabona Rahman dalam diskusi mengenai restorasi film yang digelar di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016). Acara diskusi ini menjadi salah satu rangkaian penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2016.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *