AKTOR suara, Bimo Kusumo membeberkan peluang baru dalam dunia perfilman yang mewadahi rekan-rekan seprofesi dengannya di Indonesia. Hal tersebut tak lepas dari peran Bimo setelah dipercaya menjadi pengisi suara karakter Robot Batik di film animasi anak, Pelangi di Mars produksi Mahakarya Pictures.
Melalui keterlibatannya dalam film besutan Upie Guava tersebut, Bimo melihat potensi bagi dunia sulih suara di perfilman Indonesia. Pelangi di Mars pun menjadi film bioskop pertama di Indonesia yang menggunakan aktor suara murni. “Bukan hanya sutradara, produser, ataupun animator saja, tetapi akhirnya voice actor di Indonesia juga punya tempat nih,” tuturnya kala konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Menjadi aktor suara pun diakui Bimo bukanlah pekerjaan yang mudah kendati tak sedikit orang kerap menganggapnya sebagai hal enteng. Kesulitan tersebut, lanjut Bimo, akan bertambah jika mendapatkan peran untuk mengisi karakter yang “unik”. “Jadi memang tugas kita itu bukan membacakan skripnya, tapi menghidupkan skripnya. Itu kunci utamanya,” ucapnya memperjelas.
Pelangi di Mars, Tantangan Aktor Suara
Robot Batik dalam film Pelangi di Mars pun termasuk ke dalam salah satu karakter “unik” yang dimaksud Bimo. Batik digambarkan sebagai robot rusak yang, pada saat bersamaan, harus berperan sebagai pelindung sekaligus “bapak” bagi karakter utama Pelangi.
Bimo pun bersyukur dapat terlibat dalam proyek film tersebut setelah sebelumnya kerap malang-melintang sebagai pengisi suara iklan, animasi, ataupun film luar negeri yang diubah ke Bahasa Indonesia. Berkat proyek ini pula, Bimo dapat mengeksplorasi kemampuan dan pengalamannya dalam dunia yang selama ini ia geluti. “Ruang untuk kita bisa meningkatkan kualitas dan belajar lebih banyak supaya enggak kalah sama voice actor luar negeri,” kata Bimo menambahkan.
Komentar